How To Protect Your Folder With Password

Biasanya kita suka ngumpetin folder atau file yang isinya palingan file XXX hahaha. Ada beberapa cara buat ngumpetin folder sebenernya, bisa dengan hidden file tapi prosesnya ribet dan bisa juga dengan cara yang baru gue temuin ini. Sayangnya, gue cari ini untuk windows 10 dan gue ngga tau apakah bisa dipakai untuk windows lainnya atau bahkan mac, folder locker ini juga bisa dipakai untuk nge-lock file di external hard disk (gue udah coba sendiri). Kalo lo nyoba di laptop atau PC yang bukan windows 10, let me know ya bisa apa ngga.

Continue reading “How To Protect Your Folder With Password”

Advertisements

The Haunted Castle, Film Horor Pertama di Dunia

Nah, tadi waktu gue lagi surfing (internet, bukan pantai), gue nemu artikel yang ngasih tau tentang film horor pertama yang pernah dibuat di dunia. Judulnya Le Manoir du Diable atau The Haunted Castle.

Film ini dibuat pada tahun 1896 di Perancis dan disutradarai oleh Georges Méliès. Film horor pertama yang merupakan film horor bisu hitam-putih dan berdurasi 3 menit ini menceritakan tentang pertemuan iblis dengan berbagai hantu lainnya, iblis dan hantu ini lalu beramai-ramai menghantui manusia yang tinggal di dalam castle. Sungguh film yang absurd hahaha

Gue ngga akan membahas kualitas film ini, karena ya, ngga akan bisa apple to apple dengan film horor yang diproduksi pada masa setelah film ini rilis.

Nina Kulagina, Tokoh Inspirasi Film The Atticus Institute

Nama Nina Kulagina banyak disebut-sebut dalam film The Atticus Institute, karena penasaran, akhirnya gue googling siapa itu Nina Kulagina dan ini yang gue dapet.

Diceritakan dalam film The Atticus Institute, Nina Kulagina adalah seorang wanita dengan kemampuan psychokinesis yang luar biasa, tapi setelah gue googling lebih jauh berdasarkan website weekinweird, gue nemuin kalau Nina Kulagina adalah senjata rahasia dari Rusia karena kemampuannya yang bisa menghentikan detak jantung seseorang hanya dengan pikirannya. Mungkin efeknya hampir sama dengan detak jantung gue yang hampir berhenti kalau ketemu cewek cakep gitu.

Kemampuan Nina berkembang dari membuat benda melayang, membunuh katak, sampai kemampuan untuk menyembuhkan luka dengan tangannya sendiri. Nina juga mempunyai kemampuan untuk menampilkan objek di sebuah foto.

Berikut adalah video dokumenter dari kemampuan psychokinesis Nina Kulagina.

Nah, untuk film The Atticus Institute sendiri tidak akan gue bahas di sini. The Atticus Institute adalah film mockumentary yang menceritakan tentang sebuah laboratorium yang melakukan research tentang kemampuan manusia yang tidak biasa.

Short Movie Review: Ular Tangga

Kalo lo udah nonton trailer-nya film Ular Tangga, pasti yang ada di pikiran lo adalah Jumanji, paling nggak itu yang ada di pikiran gue. Kalo belom nonton trailernya, mending nonton dulu deh.

Gue bukan seorang yang suka nontonin film horror Indonesia. Horor Indonesia yang gue tonton cuma semua horror yang dibintangi oleh Suzanna, Jelangkung, Tusuk Jelangkung, Bangsal 13, dan Rumah Dara. Iya, cuma itu. Sisanya nggak usah dihitung dan nggak usah disebut karena kurang berkesan buat gue.

Ular Tangga yang dibintangi oleh Shareefa Danish ini bikin gue bertanya-tanya di awal. Apakah film ini benar seperti Jumanji versi horror? Kalo iya, serem juga ya. Coba bayangin Jumanji tapi isinya ‘Tangkap 13 jin’ atau ‘Kubur kembali 22 pocong’ kan males. Selain karena trailernya, hal lain yang bikin gue penasaran sama film ini adalah pemainnya. Danish entah kenapa cocok banget mainin film horror. Inget kan akting dia di Rumah Dara? Gimana mengerikannya muka dia? Dua hal itu yang bikin gue penasaran sama Ular Tangga.

Film ini mengangkat mapala sebagai garis temanya. Diceritakan sekelompok anak mapala yang akan naik gunung dan sebelum naik, mereka diberikan pesan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan selama pendakian. Element of surprise di film ini lumayan banyak. Termasuk soundtrack yang menurut gue kok kurang pas dimasukkan di salah satu scene-nya. Surprise banget gue di film horror tapi backsound-nya lagu galau, haha. Emang sih katanya kalau mau naik gunung, banyak aturannya. Yang paling sering gue denger sih pikiran nggak boleh kosong, jaga omongan, nggak boleh ambil apapun. Film ini sedikit menyiratkan kalau naik gunung itu serem banget, padahal sih nggak (Gue ngomong kayak yang udah sering naik gunung aja. Padahal mah baru sekali, haha).

Balik lagi ke awal, apakah film ini adalah versi horror Indonesia dari Jumanji? Jawabannya iya dan tidak. Iya karena sama-sama menggunakan papan permainan yang seharusnya tidak ditemukan, dan tidak karena cara mainnya berbeda.

Rating gue : 1,5/5

Movie Review: Sinister 2

Akhirnya Sinister 2 keluar juga setelah jeda 3 tahun dari film pertamanya. Sebenarnya sih gue nggak tau kalo Sinister bakal ada sequel-nya, jadi pas tau ada sequel-nya, gue excited banget nungguin filmnya keluar. Gue sebenernya agak kecewa sama film ini, karena jauh dari apa yang gue harapkan dan jauh dari film pertamanya. Sebelum gue ngetik lebih panjang, kalo lo niat nonton filmnya dan lo benci sama spoiler, mendingan stop baca sampe di sini.

Continue reading “Movie Review: Sinister 2”

Movie Review: The Harvest

Sebelumnya, gue sama sekali belum pernah denger tentang film ini, gue nemu film ini waktu lagi iseng nge-browse horror section-nya torrent. Btw, gue tonton film ini tanpa cek rating di IMDB atau Rotten Tomatoes even tough my friend keep telling me to stop doing that, because it’s gonna wasted my time to watch a crappy movie – I can’t help it haha. I did that so I can get the element of surprise dan bisa bikin review benar-benar dari sudut pandang gue. Jujur, film ini nggak ada “the element of wah” nya sama sekali. Here’s my review and there’s gonna be spoiler all over

Continue reading “Movie Review: The Harvest”

Movie Review: Unfriended (a.k.a Cybernatural)

Semalem gue nonton Unfriended yang direkomendasikan oleh salah seorang temen gue. Dia bilang film ini keren banget, menurut gue sih keren tapi ngga pake banget. Tapi gue tidak akan me-review tentang storyline film ini, melainkan hal-hal di film ini yang menarik perhatian gue.

Yang bikin film ini berbeda dari film-film lainnya adalah tampilan dari awal sampai akhir film yang hanya berasal dari screen shot laptop salah satu karakternya saat sedang melakukan apa yang biasa kita lakukan, buka Facebook, Googling, Email, Skype. Ya, film ini memang mengangkat dan menjadikan dunia cyber sebagai temanya.

Gue patut mengacungi jempol buat yang membuat film ini, karena semua dipikirin sampai detail. Memang terlihat sebagai low budget movie, tapi mereka berhasil memaksimalkan film ini sampai titik tegang tertinggi *halah

Continue reading “Movie Review: Unfriended (a.k.a Cybernatural)”

Movie Review: Wyrmwood – Road of the Dead

Wow, a zombie apocalypse movie with different storyline. Kalo biasanya film zombie diawali dengan scene daily rutinitas yang biasa-biasa aja, kemudian wabah zombie mulai menyebar diikuti dengan adegan chaos, yang ini juga sih. Kurang lebih adegan pembukanya sama seperti itu, tapi garis besar storyline dan ending yang yang ditawarkan film ini, belum pernah gue lihat di film-film zombie lainnya. Tenang, review ini ngga akan panjang kok, jadi lo bisa nonton sendiri kalo lo mau.

Continue reading “Movie Review: Wyrmwood – Road of the Dead”

Movie Review: Malam Satu Suro

Siapa yang ga kenal Suzana? Keterlaluan kalo ada yang ga tau sih hehe. Gue baru aja nonton (lagi) filmnya Suzana yang berjudul Malam Satu Suro. Kalo inget-inget tapi lupa, Malam Satu Suro itu yang bikin nama Suketi dan kalimat “Bang, beli sate 100 tusuk bang” jadi terkenal sampe sekarang.

Tapi bukan itu yang bakal gue bahas.

Gue baru nemuin fakta dari film Malam Satu Suro. Ternyata film ini bukan hanya sekedar film horor yang sukses bikin merinding pada masanya. Kenapa gue bilang pada masanya? Karena pada masa kejayaan film ini, efek yang dipakai bisa dibilang cukup oke (jangan disamain sama film-film horor jaman sekarang ya). Anyway, sorry for the poor image quality, gue ga bisa nemuin download-an film ini dalam kualitas bagus and oh, watch out for SPOILER ALERT.

Continue reading “Movie Review: Malam Satu Suro”

Blog at WordPress.com.

Up ↑