Oleh-oleh dari Papandayan

Perjalanan naik gunung pertamaku ternyata memiliki arti yang lebih dari itu.

Naik gunung itu sama seperti menjalani hubungan, weekend kemarin aku, dan tiga orang teman kami pergi untuk mendaki gunung Papandayan. Ini adalah pendakian pertama untukku dan aku bahagia aku bisa sampai di puncak Papandayan bersama mereka. Banyak hal yang aku dapat selama pendakian dengan waktu kurang lebih 3 jam itu. Bermacam-macam medan yang harus kita tempuh untuk sampai di puncak. Tanjakan berbatu, hutan, sungai, tapi semua itu terbayar sudah saat aku sampai di puncak Papandayan. Aku sendiri tidak menyangka kalau aku akan bisa berhasil menaklukan gunung pertamaku.

Dalam perjalan menuju puncak Papandayan, beberapa kali aku merasa tidak kuat, aku merasa bahwa ini adalah limitku dan aku tidak bisa meneruskan perjalananku lagi, tapi kemudian aku merasa tertampar oleh perkataan temanku, “Kalau ngga kuat, ngga usah dipaksain. Kita turun aja yuk” kemudian aku tersadar, aku sudah sejauh ini dan mau menyerah begitu saja? Oh, nanti dulu.

Ternyata yang aku butuhkan hanya istirahat. Istirahat 5 menit untuk minum, kemudian melanjutkan lagi perjalananku. Hal ini sama dengan menjalin hubungan. Seringkali kita merasa bahwa ini adalah limit toleransi kita terhadap pasangan disaat hubungan kita dilanda masalah. Hati sama seperti kaki, bisa lelah, bisa patah. Kuncinya cuma dua, istirahat dan tahu kapan saatnya kita untuk berhenti.

Pendakian melewati berbagai macam medan juga seperti masalah yang kita temukan di dalam sebuah hubungan. Saat harus melewati tanjakan berbatu, aku takut salah pijak yang nantinya akan membuat aku terjatuh. Tapi aku belajar dari orang lain, aku lihat kemana mereka berpijak, saat pijakan yang mereka injak kuat aku ikuti itu sampai ke puncak. Dalam hubungan juga seperti itu, aku banyak belajar dari pengalaman orang tentang bagaimana menghadapi masalah yang mungkin akan aku hadapi nantinya.

Terima kasih, Papandayan.

Till we meet again next mount.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑