Movie Review: Ular Tangga

Sebelumnya gue udah sempat bikin short review film ini. Kenapa short? Karena waktu itu masih tayang di bioskop filmnya, hehe. Sekarang karena udah nggak tayang lagi di bioskop, gue mau kasih spoiler tentang film ini.

Seperti yang gue tulis pada postingan sebelumnya, film ini menceritakan tentang sekelompok mapala yang hobi naik gunung. Sebelum naik gunung, Vina (Vicky Monica) sempat mendapatkan mimpi buruk dan perasaan tidak enak terhadap pendakian mereka kali ini. Vina lalu mencoba berkonsultasi dengan dosen psikologinya (Roy Marten) tentang apa maksud dari mimpi tersebut. Sebenarnya di sini gue agak bingung, karena di IMDB disebutkan kalau Roy Marten adalah dosen psikologi, tapi bahasan yang dibahas Vina dan dosen kok seperti bukan bahasan psikologi, melainkan menyerempet ke arah mistis. Kenapa gue bilang gitu? Karena si dosen sempat bilang kalau, “Setan tidak bisa melukai manusia secara langsung. Setan hanya bisa melukai manusia melalui pikiran, penglihatan, dan darah.” Kira-kira begitu kalimatnya (CMIIW). Bukannya dosen psikologi seharusnya tidak percaya hal-hal gaib? Ah, ya udahlah. Penting amat, haha.

Kemudian anggota mapala ini membuat janji bertemu dengan  Gina, kuncen dari gunung yang akan mereka daki. Seperti biasa, sebelum naik gunung, Gina memberikan pesan untuk tetap mengikuti jalur yang ada, tidak boleh menerobos jalur yang sudah ditutup, tidak boleh hiking saat gelap, dan jangan mengambil apa-apa yang menjadi bagian dari gunung tersebut.

Namanya juga film horor, ya jelas semua peraturan yang sudah diberikan oleh Gina dilanggar oleh mapala tersebut. Dimulai dari menerobos jalan. Bagas (Ahmad Affandy) sudah mendapatkan peta yang berisi jalur pendakian dari temannya yang sudah berhasil summit di gunung tersebut, setelah dicek, peta dan jalur yang ditunjukkan oleh Gina ternyata berbeda. Safe track Gina membutuhkan waktu 3 jam, sedangkan peta dari teman Bagas hanya membutuhkan waktu 1,5 jam, sudah tentu dalam film horor mereka akan mengabaikan peraturan dan memilih jalur dengan jarak tempuh paling singkat.

Mereka pun melewati sebuah rumah tua yang sudah lama kosong. Karena hari mulai gelap, mereka memutuskan untuk menginap di rumah tersebut. Kejadian aneh pun mulai terasa dalam rumah kosong itu. Tanpa disengaja mereka menemukan papan permainan ular tangga, dan Bagas dengan jiwa kepemimpinan yang sangat tinggi berinisiatif membawa papan ular tangga itu kembali ke rumah kosong. Merekapun memainkannya di sana.

Satu persatu, setelah pemain melemparkan dadu, pasti ada kejadian aneh sampai akhirnya si pelempar dadu terseret dan hilang entah ke mana. Kejadian lainnya kayaknya sih nggak perli gue ceritain detail ya, yang paling penting adalah cerita di balik papan ular tangganya. Papan ular tangga itu diceritakan dihantui oleh dua orang adik kakak yang tewas dibunuh bapaknya sendiri. Apa hubungannya dua orang hantu dan para anggota mapala? Ternyata dulu, kedua anak ini sering bermain bersama Gina. Mereka bermain di rumah yang sekarang sudah kosong, tempat tinggal kedua anak tersebut. Di suatu hari, kertas permainan ular tangga mereka sobek, dan bapak ke dua anak ini berjanji akan membuatkan papan ular tangga dari kayu yang tidak akan sobek dan bisa dimainkan selamanya.

Here’s the twist, pohon tempat sang bapak mengambil kayunya adalah pohon yang dihuni oleh nenek pengambil roh manusia. Mungkin lebih kayak kalong wewe kali ya, yang ngambil roh dan nyembunyiin tubuhnya, biar roh nggak bisa balik lagi. Dan sebagai penutup dari film ini, Gina ternyata adalah seorang suruhan dari si nenek penunggu pohon. Dan kejadian kertas ular tangga sobek berpuluh tahun yang lalu adalah hal yang disengaja, karena ia tahu sang bapak akan membuatkan papan permainan dari kayu yang diambil di pohon yang dihuni nenek kalong wewe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: