Movie Review: Sinister 2

Akhirnya Sinister 2 keluar juga setelah jeda 3 tahun dari film pertamanya. Sebenarnya sih gue nggak tau kalo Sinister bakal ada sequel-nya, jadi pas tau ada sequel-nya, gue excited banget nungguin filmnya keluar. Gue sebenernya agak kecewa sama film ini, karena jauh dari apa yang gue harapkan dan jauh dari film pertamanya. Sebelum gue ngetik lebih panjang, kalo lo niat nonton filmnya dan lo benci sama spoiler, mendingan stop baca sampe di sini.

Sinister 2 ini nggak terlalu nyambung sama film pertamanya, jadi kalo belum nonton yang pertama dan langsung nonton yang kedua nggak akan bikin lo kayak pembantu baru (nanya-nanya mulu) kok. Benang merah yang menghubungkan Sinister 2 dan Sinister 1 adalah tokoh si deputy yang di film pertamanya membantu si penulis (Ellison Oswalt) mendapatkan berkas-berkas tentang kejadian-kejadian aneh di rumah mereka sebagai bahan untuk buku yang sedang ditulisnya. Hanya itu tokoh lama bawaan Sinister 1, karakter lainnya adalah karakter baru semua.

Ada Courtney, seorang ibu dengan 2 anak lelaki, Zach dan Dylan, yang baru saja berpisah dari suaminya yang abusive dan berusaha mendapatkan hak asuh atas kedua anaknya. Courtney, Zach, dan Dylan tinggal di sebuah rumah yang dikelilingi oleh ladang jagung dan bersebelahan dengan gereja tempat terjadinya pembunuhan masal yang kasusnya belum selesai diusut.

Sejak pindah kerumah ini, Zach sering mengalami kejadian aneh dan ia juga berteman (atau dipaksa berteman) dengan anak-anak korban bhuguul atau bogey man. Anak-anak korban bhuguul ini setiap malam menunjukkan kepada Dylan film pembunuhan keluarga buatan mereka.

(CMIIW) Ada Ted dengan film yang berjudul Fishing Trip, Ted membunuh keluarganya dengan cara menggantung mereka dalam keadaan kaki di atas dan kemudian melepaskan seekor buaya untuk memakan satu persatu anggota keluarganya.

Emma – Christmas Morning, Emma membunuh dengan cara mengubur hidup-hidup seluruh keluarganya di dalam salju dan dibiarkan mati perlahan dalam keadaan membeku.

 

Peter – Kitchen Remodel, seperti judul filmnya, pembunuhan dilakukan di dapur dengan menyetrum ayah, ibu, dan kakeknya menggunakan kabel bertegangan tinggi.

 

Terakhir ada Milo – Sunday Service, yang ternyata adalah pelaku dari pembunuhan masal yang masih kasusnya belum terpecahkan itu. Menurut gue, Milo ini yang paling sadis di antara anak bhuguul lainnya, Milo membunuh dengan Game of Thrones style. Meletakkan tikus di atas perut korbannya, ditutup dengan wadah besi dan diberikan bara panas. Tikus akan mencari jalan keluar dengan cara menggali perut korbannya sampai bolong. Bravo, Milo!

Konflik tidak hanya sampai di situ saja, di tengah film muncul lah konflik antara Zach dan Dylan. Zach yang iri dengan Dylan karena Dylan yang mendapatkan kesempatan menonton film-film “sakit” itu mulai  membuat perjanjian dengan Milo dan membuktikan kepada Milo bahwa Zach lah yang seharusnya diajak bergabung bersama anak-anak bhuguul, bukannya Dylan.

Kalau di Sinister 1 ceritanya banyak membahas tentang film-film yang ditemukan oleh Oswalt, di Sinister 2 lebih menceritakan behind the scene dari film yang akan dibuat oleh calon anggota bhuguul paling baru. Di Sinister 2 juga nuansa paranormal nya lebih terasa, ini terlihat dari scene buku-buku yang terlempar dengan sendirinya, shower curtain yang terbuka-tutup, dan lemari yang bergerak sendiri. Mungkin mau menunjukkan kalau film ini adalah satu produksi dengan Paranormal Activity kali ya.

Ending film ini masih sama dengan ending film pertamanya (dengan satu perbedaan), tidak semua anggota keluarganya mati dibunuh. Ya, Zach yang akhirnya menjadi rekrutan terbaru dari bhuguul berhasil membunuh ayahnya dengan cara dibakar hidup-hidup di tengah ladang jagung, sedangkan Ibu dan adiknya berhasil diselamatkan oleh si deputy.

Overall, menurut gue Sinister 2 tidak lebih bagus dari film pertamanya. Gue agak kecewa sebenarnya, tapi karena gue nonton yang pertama, mau ngga mau gue harus nonton yang kedua.

P.S : Semua image di review ini gue ambil dari trailer Sinister 2 di youtube

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: