Movie Review: 5 to 7

Let me try to write my review in a reviewer language.

Aku memang bukan penggemar film bergenre romance, aku hanya menonton film dengan genre ini berdasarkan rekomendasi dari teman-teman. Salah satu film yang direkomendasikan kepadaku adalah 5 To 7. Aku pikir film ini adalah film romance ala teenager yang ceritanya terlalu cliché, tapi ternyata bukan. Film ini diperuntukkan kepada orang-orang yang tidak mempercayai istilah “cinta tidak harus memiliki” dan untuk mereka yang tidak percaya terhadap open relationship. Film ini memiliki narasi yang indah dan menyentuh, bukan sekedar romance dengan common happy ending ala fairytale, tapi bukan juga romance yang terlalu berlinang air mata.

Warning : SPOILER. Please proceed if you really want to know.

Dibuka oleh Brian Bloom, seorang penulis yang yah, bisa dibilang anti-sosial. Dia tidak punya teman, apalagi pacar. Sebagian besar hidupnya dihabiskan dengan menulis dan membaca, sampai dia bertemu dengan Arielle. Cara yang dipakai Brian untuk berkenalan pun bisa dibilang too common, ini salah satu alasan kenapa aku suka film ini, instead of membuat scene perkenalan yang terlalu berlebihan dan terkadang tidak masuk akal, di film ini cara berkenalan Brian dengan Arielle sangat ‘manusiawi’.

image
image

Brian yang melihat Arielle dari sebrang jalan, menghampiri Arielle dan memulai percakapan dengan sebatang rokok. Siapapun bisa memulai perkenalan lewat sebatang rokok, kan?

image

Setelah pertemuan pertamanya, mereka pun membuat janji untuk bertemu setiap hari Jumat pada jam makan siang. Pertemuan merekapun semakin intens menjadi setiap hari pukul 5 sampai 7. And this is where their stories begin.

Tidak seperti film-film pada umumnya, di film ini, plot twist datang di awal film. Brian yang sempat mengira bahwa Arielle adalah seorang lajang dikejutkan oleh kenyataan bahwa Arielle adalah istri dari seorang konsulat Perancis dan ibu dari 2 anak.

Arielle dan suaminya, Valery memiliki peraturan bahwa mereka bisa mengencani siapa saja yang mereka mau, as long as family comes first. Valery pun memiliki seorang kekasih bernama Jane dan sudah menjalani hubungan selama 1 tahun.

Pertanyaan yang cliche datang dari Brian saat ia mengetahui hal tersebut, “What is that like?”, Arielle just answered him casually “Well, nothing is ever flaunted and so, no one is ever embarrassed”. If only we can be that casual about our relationship, but i don’t think i want to share my gf with anyone else. Oh, well.

Out of nowhere, Valery memutuskan untuk mengundang Brian ke acara rutin di rumahnya. I know what you’re thinking, mereka pasti akan ribut, well, you all wrong!

image

Lagi-lagi aku dikejutkan oleh plot dari film ini, bukannya meributkan tentang hal ini, Valery justru berterima kasih kepada Brian karena sejak pertemuan Brian dengan Arielle, Valery bisa melihat kebahagiaan yang belum pernah dia lihat dari diri Arielle sebelumnya.

Tidak sampai disitu, this movie really taking up the story to the new level.

Saat Brian memutuskan untuk memperkenalkan Arielle kepada orang tuanya, I thought, ooh this should be interesting, and it did!

image

Again, Arielle just casually mention to Brian’s parent that she’s a 33 year old woman, married, and a mother of two. Orang tua mana yang tidak terkejut dengan hal itu? Anak mereka yang masih lajang menjalin hubungan dengan seorang wanita yang sudah menikah dan mempunyai anak. Seperti sikap orang tua pada umumnya, sang ayah menunjukkan ketidak setuju-annya terhadap hal ini. And, finally I thought Ha, a cliche and common plot. But, then again I was wrong. Again.

image

Sang ayah boleh saja tidak setuju, tapi si ibu lah yang mampu melunakkan hati ayahnya Brian. Here’s what she said,

“I think that there are two forces on Earth you never want to be fighting. One is Mother Nature. The other is love. It’s not an ideal situation, but she adores my son. Now how can you be a sensible parent and not feel warmly toward someone who adores your child?”

Pertemuan-pertemuan selanjutnya antara Brian dan Arielle semakin menarik, one time Arielle took Brian to taste a wine and of course he can’t tell the difference between red and white wine.

image

The other time, he take her to taste a beer, and well, of course she also can’t tell the difference between miller high life and guinness stout.

image

I will skip to the part when Brian is asking Arielle to marry him. What? he propose her?

image

But, then of course she can’t marry him. She already married and have two children. Arielle’s letter is so touching, she explained to him why she can’t marry him beautifully and it seems he can take it well and try to understand. Although she return the ring, he insist her to keep it.

image

Brian berhasil merubah kesedihannya menjadi sebuah jalan menuju masa depan. As a writer, he try to write whenever he’s happy or sad.

image

“As little as you want to write when you’re happy, that’s how much you have to write when you’re miserable. Your passions have to go somewhere and this is the only place left. Your suffering has to be good for something”.

And he did it. His book finally published with the tittle “The Mermaid”, a story about Arielle. Arielle, like the mermaid.

“There would be other loves, even great loves. Only one remain perfect”

Beberapa tahun kemudian, Brian akhirnya bertemu dengan Arielle untuk pertama kalinya sejak Arielle memutuskan bahwa ia tidak bisa menikahi Brian.

image

Dan selama bertahun-tahun, perasaan Brian kepada Arielle, and vice versa, remain the same. Arielle masih mengenakan cincin yang diberikan oleh Brian. Wow, so much for ‘cinta tidak harus saling memiliki’.

image

*wiping tears*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: